Digital Panel: Webcomics & Graphic Stuffs

Jelajah seni dan imajinasi dalam kanvas tak berbatas

Posts Tagged ‘strip

Seandainya Garfield Kucing Beneran…

with one comment

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya di resensi Garfield Minus Garfield, ada banyak kartun parodi lainnya yang mengedit strip asli komik Garfield. Salah satunya saya tampilkan di bawah ini (tidak diketahui siapa pembuatnya atau sumber aslinya), yaitu Garfield yang ‘diubah’ jadi kucing yang sebenar-benarnya kucing. Semangat editannya serupa seperti Garfield Minus Garfield (Jon adalah orang gila yang berkhayal tentang Garfield), tapi yang ini kok terasa lebih mengenaskan ya… ^^;

The Real Garfield (klik gambarnya untuk memperbesar)

The Real Garfield (klik gambarnya untuk memperbesar)

Written by Catshade

Senin, 2 Februari 2009 at 8:58 am

Ditulis dalam Semua Umur, Webcomic

Ditandai dengan , , , ,

Garfield minus Garfield: Komik Ternama Tanpa Bintang Utama

with one comment

Siapa yang tak kenal Garfield? Kucing oranye gendut yang pemalas dan suka lasagna ini telah memikat hati jutaan penggemarnya sejak komik stripnya pertama kali diterbitkan tahun 1978. Yang menarik perhatian mereka tak lain adalah kelucuan interaksi Garfield dengan Jon Arbuckle, majikannya yang rada tolol dalam hal percintaan dan tak punya sense of fashion, serta Odie, seekor anjing goblok yang jadi piaraan lain Jon dan sering diusili Garfield.

Lalu bagaimana kalau Garfield dan Odie (serta tokoh-tokoh lainnya) dihilangkan dari komik itu hingga tinggal Jon sendirian?

Poor Garfield... ;_;

Poor Garfield... ;_;

Baca entri selengkapnya »

Written by Catshade

Rabu, 21 Januari 2009 at 8:08 am

Ray Hanania’s World: Pesan Saja Tidak Cukup

with one comment

Ya, ini soal kartun politis dan konflik Israel-Hamas di Gaza lagi. Setelah kemarin membahas komik Dry Bones dan Bendib, bung Jensen kembali memberitahukan mengenai komik-komik karya Ray Hanania.

Siang ini saya barusan blogwalking lagi, dan tiba di blog milik Ray Hanania. Beliau reporter politik & komikus kawakan di AS; seorang Palestina-Amerika yang beristrikan seorang Yahudi. Biodata beliau ada disini juga.
Nah, komik strip karya Ray Hanania ini IMO pro-Palestina (pada tema konflik Gaza), dan saya rasa bagus juga kalo saya pajang disini.

Seperti biasanya, saya tidak akan meresensi komik ini, tapi ada beberapa hal yang menarik perhatian saya:

Baca entri selengkapnya »

Written by Catshade

Kamis, 15 Januari 2009 at 3:24 am

Dry Bones: Komik Israel dan Propaganda Bergambar

with 5 comments

Jensen99, seorang blogger Papua yang pro-Zionis itu :P , mengabarkan mengenai Dry Bones, sebuah komik strip karya seorang Israel yang banyak menyorot masalah-masalah politik, termasuk masalah Israel-Palestina… dari sudut pandang Israel tentu saja.

Saya lupa asal mulanya gimana, tapi hari ini saya tiba di blog milik seorang Israel: Yaakov Kirschen. Beliau seorang kartunis yang lumayan terkenal, dan menulis entri (yang sebenarnya menjelaskan gambar kartunnya) dalam bahasa Inggris. Isinya sudut pandang seorang Israel (Kirschen, tentu saja ) terhadap isu-isu politik yang terjadi di negara dia dan di dunia; yang pernah maupun yang sedang terjadi. Sudah pasti termasuk konflik Gaza sekarang.

Karena muatannya yang seringkali sangat kontroversial dan subyektif, saya tidak akan meresensinya dulu untuk saat ini. Beberapa contoh stripnya yang terkait dengan perang terkini di jalur Gaza bisa anda lihat di blognya Jensen, sementara di sini saya akan memberikan beberapa sampel stripnya yang membahas soal ‘lain’.

Baca entri selengkapnya »

Written by Catshade

Sabtu, 10 Januari 2009 at 2:21 pm

xkcd: Kesederhanaan, Cinta, dan Matematika

with one comment

Kadang kala, tidak butuh seni tingkat tinggi atau gaya gambar yang rumit untuk membuat komik. Sama seperti fashion atau desain interior yang punya aliran minimalis, banyak orang yang mencoba membuat webcomic dengan aliran yang paling minimalis pula: stick figure alias gambar orang-orangan yang dulu kita coret-coret di dinding waktu masih kanak-kanak dan belum diajari menggambar di sekolah. Bagaimana menyampaikan sesuatu lewat gaya gambar yang sesederhana itu? Mari kita simak salah satu webcomic bergaya stick figure yang paling terkenal, xkcd.

Intisari xkcd dalam 4 panel

Intisari xkcd dalam 4 panel

Baca entri selengkapnya »

Written by Catshade

Senin, 5 Januari 2009 at 7:34 am

Spamusement: Mengubah Sampah Jadi Komik

without comments

Inspirasi dalam membuat komik bisa datang dari mana saja; pengalaman sehari-hari, berita yang sedang hangat, atau referensi budaya pop. Tapi butuh kreativitas (dan ketahanan mental) tersendiri untuk membuat komik dari judul e-mail SPAM seperti Spamusement.

GIVE HER MORE MEAT

Judul: GIVE HER MORE MEAT

Baca entri selengkapnya »

Written by Catshade

Senin, 29 Desember 2008 at 12:30 pm

Publikasi Komik Bersambung di Era Web

with 3 comments

Banyak komikus web membuat webcomic-nya ala komik strip (contohnya adalah tiga webcomic yang diresensi sebelum ini) yang biasa kita temukan di halaman belakang koran-koran. Maksudnya? Coba perhatikan komik-komik yang menghiasi halaman belakang Kompas setiap hari dan setiap minggu. Kecuali satu (Amazing Spider-Man), komik-komik tidak punya satu jalan cerita besar yang bersambung dari satu edisi ke edisi lainnya, melainkan hanya berupa sketsa/skit pendek yang langsung selesai di panel terakhir.

Tentu membuat komik semacam itu bukannya tanpa pertimbangan; komik yang terbit per-halaman yang dan punya cerita bersambung berisiko akan kesulitan mendapat pembaca baru (karena tidak tahu bagaimana cerita sebelumnya), danĀ  ‘memaksa’ pembacanya untuk terus mengikuti setiap hari/minggu kalau tidak mau ketinggalan (karena, dari pengalaman saya, sulit sekali mencari koran edisi kemarin kalau anda tidak berlangganan). Kalau kelewatan beberapa halaman saja, mungkin mereka sudah bingung bagaimana ceritanya dan akhirnya malas meneruskan membaca komik itu.

Tapi format webcomic menghilangkan dua kekurangan dari penerbitan komik periodikal itu. Bahkan walaupun anda cuma menerbitkan panel/halaman baru setiap sebulan sekali, pembaca baru bisa dengan mudah melihat arsip komik anda dan mengejar ketertinggalannya. Begitu juga dengan pembaca yang tidak rutin mengikuti komik anda; dengan fitur seperti RSS Feed atau mailing list, mereka juga bisa segera tahu begitu halaman terbaru komik anda dipublikasikan. Ditambah lagi, anda tidak terbatas pada empat panel, dua baris panel, atau format kertas tertentu seperti pada komik cetak; anda secara teoritis bisa membuat halaman komik selebar atau sepanjang apapun yang anda mau, atau berganti-ganti format halaman di tiap publikasinya.

Jadi…begitulah. Ada banyak webcomic di luar sana yang tampilan dan ‘rasanya’ seperti novel grafis atau komik-komik terbitan Elex/MnC pada umumnya. Nantikan resensinya di sini. ;)

Catatan: Post ini pada mulanya adalah pengantar dari sebuah resensi, hanya saja karena dalam perkembangannya menjadi terlalu panjang, akhirnya saya pisah menjadi tulisan tersendiri. Maaf kalau terasa agak aneh. :P

Written by Catshade

Jumat, 19 Desember 2008 at 2:49 pm

Ditulis dalam Opini

Ditandai dengan , , , ,

Perry Bible Fellowship: Paduan Humor Gelap dan Seni Komik Tingkat Tinggi

without comments

Hampir setiap serial komik yang dibuat oleh komikus yang sama biasanya mempunyai ciri khasnya sendiri. Dari cara menggambar mata atau badan karakter, misalnya, umumnya penggemar komik yang berpengalaman bisa langsung menebak siapa saja orang yang membuatnya. Karena itu, tentu butuh kreativitas dan keahlian yang relatif jauh lebih tinggi untuk membuat suatu serial komik yang berbeda-beda gaya gambar di banyak edisinya.

Tak banyak komikus yang berkecimpung di dunia komik cetak yang mampu melakukan itu, tapi di ranah webcomic, orang-orang biasanya akan menunjuk ke satu serial webcomic strip yang sudah dianggap klasik bak karya Shakespeare. Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, saya persembahkan: Perry Bible Fellowship (PBF).

Truly... a fine art, indeed!

Truly... a fine art, indeed!

Baca entri selengkapnya »

Written by Catshade

Kamis, 4 Desember 2008 at 11:49 pm

Loli Loves Venom: Saat yang Imut Bertemu yang Amit-Amit

without comments

Internet telah memberi kita ruang untuk berimajinasi dengan sebebas-bebasnya; Tidak hanya terhadap dunia ciptaan pikiran kita sendiri, tapi juga dunia ciptaan orang lain. Maka seiring dengan mewabahnya penggunaan internet di seluruh dunia, meluber pulalah berbagai fan fiction dan fan art: Karya seni yang orisinil (dalam artian ditulis/digambar sendiri), tapi berbasiskan setting cerita atau karakter orang lain yang umumnya sudah lebih dahulu terkenal lewat buku, film, serial TV, animasi, atau komik.

Meskipun nilai seni dan sastrawinya masih kerap menjadi kontroversi, tak jarang pula kita menemukan karya fans yang begitu unik sehingga mau tak mau kita harus menghargai kreativitas pembuatnya. Salah satu contohnya dalam dunia webcomic adalah “Loli Loves Venom” (LLV).

Wait...WHAT-?!

Baca entri selengkapnya »

Written by Catshade

Kamis, 30 Oktober 2008 at 4:14 am

Kevin and Kell: Bhinneka Tunggal Ika dalam Dunia Hewan

without comments

Apa jadinya bila seekor kelinci dan seekor serigala saling jatuh cinta, menikah, dan membangun rumah tangga? RAGE! FURY! DISGUST! ICKY! Alegori terhadap rasisme dan prasangka di dunia manusia inilah yang menjadi benang merah setiap strip komik Kevin and Kell (“K&K”) selama 13 tahun terakhir. Dan Bill Holbrook, sang pengarang komik ini, tidak hanya sekedar menyentuh permukaan atawa yang ringan-ringannya saja.

Kevin and Kell: Bukan Keluarga Biasa

Sebagai contoh, bagi Kevin si kelinci dan Kell si serigala, ini adalah pernikahan kedua mereka. Masing-masing sudah punya anak dari perkawinan sebelumnya: Lindesfarne si landak (yang diadopsi oleh Kevin) dan Rudy (anak kandung Kell). Dengan keluarga yang sangat ‘multikultural’ (ada herbivora, karnivora, dan insektivora yang juga binatang malam), Bill Holbrook meramu segala konflik penyesuaian diri dan penerimaan terhadap mereka yang berbeda dengan nada humor, namun tetap mengena dengan isu yang sebenarnya cukup serius. Tema semacam ini tidak hanya terbatas pada keluarga K&K saja, tapi juga pada karakter-karakter lain yang memiliki masalah identitas spesiesnya masing-masing.

Baca entri selengkapnya »

Written by Catshade

Senin, 20 Oktober 2008 at 6:44 pm