Posts Tagged ‘amerika’
Ray Hanania’s World: Pesan Saja Tidak Cukup
Ya, ini soal kartun politis dan konflik Israel-Hamas di Gaza lagi. Setelah kemarin membahas komik Dry Bones dan Bendib, bung Jensen kembali memberitahukan mengenai komik-komik karya Ray Hanania.
Siang ini saya barusan blogwalking lagi, dan tiba di blog milik Ray Hanania. Beliau reporter politik & komikus kawakan di AS; seorang Palestina-Amerika yang beristrikan seorang Yahudi. Biodata beliau ada disini juga.
Nah, komik strip karya Ray Hanania ini IMO pro-Palestina (pada tema konflik Gaza), dan saya rasa bagus juga kalo saya pajang disini.
Seperti biasanya, saya tidak akan meresensi komik ini, tapi ada beberapa hal yang menarik perhatian saya:
Bendib: Kartun Islam dan Kritik Sosial-Politik
Setelah kemarin sedikit diulas tentang Dry Bones, komik Israel yang sarat muatan politisnya (trims untuk Mas Jensen yang mengabarkannya), kini giliran Amed yang membalasnya ikut-ikutan mengabarkan komik serupa… tapi dari sisi yang berseberangan.
Kalo Mas Jensen menulis dari sudut pandang kartunis Israel, saya kali ini coba mengangkat kartunis Muslim dari Amerika Serikat, pen name-nya Bendib. Sudah sejak lama saya berlangganan kartunnya, sekitar pertengahan 2006, kalau tidak salah saya kesasar di sini gara-gara peristiwa Lebanon.
Loli Loves Venom: Saat yang Imut Bertemu yang Amit-Amit
Internet telah memberi kita ruang untuk berimajinasi dengan sebebas-bebasnya; Tidak hanya terhadap dunia ciptaan pikiran kita sendiri, tapi juga dunia ciptaan orang lain. Maka seiring dengan mewabahnya penggunaan internet di seluruh dunia, meluber pulalah berbagai fan fiction dan fan art: Karya seni yang orisinil (dalam artian ditulis/digambar sendiri), tapi berbasiskan setting cerita atau karakter orang lain yang umumnya sudah lebih dahulu terkenal lewat buku, film, serial TV, animasi, atau komik.
Meskipun nilai seni dan sastrawinya masih kerap menjadi kontroversi, tak jarang pula kita menemukan karya fans yang begitu unik sehingga mau tak mau kita harus menghargai kreativitas pembuatnya. Salah satu contohnya dalam dunia webcomic adalah “Loli Loves Venom” (LLV).

