Bendib: Kartun Islam dan Kritik Sosial-Politik
Setelah kemarin sedikit diulas tentang Dry Bones, komik Israel yang sarat muatan politisnya (trims untuk Mas Jensen yang mengabarkannya), kini giliran Amed yang membalasnya ikut-ikutan mengabarkan komik serupa… tapi dari sisi yang berseberangan.
Kalo Mas Jensen menulis dari sudut pandang kartunis Israel, saya kali ini coba mengangkat kartunis Muslim dari Amerika Serikat, pen name-nya Bendib. Sudah sejak lama saya berlangganan kartunnya, sekitar pertengahan 2006, kalau tidak salah saya kesasar di sini gara-gara peristiwa Lebanon.
Berbeda dengan Dry Bones, Bendib cenderung berbentuk kartun karikatur tanpa panel, ibarat kolom Oom Pasikom yang anda temui setiap hari di koran Kompas. Dan berbeda dengan Dry Bones yang sarat muatan politik Israel, Bendib juga banyak mengulas masalah-masalah non-Islam/Timur Tengah/Palestina. Ambil contoh topik tentang tenaga kerja outsource, independensi media, dan kelestarian lingkungan; tapi tetap saja, selalu ada unsur anti-perang/anti-korporasi besar/anti-kapitalisme barat dalam setiap kartunnya.
Sama seperti postingan mengenai Dry Bones sebelumnya, saya tidak akan meresensi kartun Bendib ini karena muatan politiknya yang sangat tajam. Bukan apa-apa sebenarnya, hanya saja… untuk menimbang dan menilai komik-komik semacam ini secara utuh, mau tak mau saya juga harus menyinggung sisi politiknya. Nah, karena ilmu politik saya yang sangat awam, lebih baik saya tidak meresensinya ketimbang sok tahu dan jadi blunder atau malah menyinggung pihak-pihak tertentu. Jadi, nikmati saja sampel-sampel kartunnya berikut (sampel yang terkait dengan konflik Israel-Palestina sekarang bisa anda lihat di blognya Amed).



